Filosofi Tas Kerja Papa (Don’t Blame The Bag)

dont-blame-the-bag

Saat kita masih kecil di usia 5 tahunan, tas Ayah tampak begitu besar dan berat ketika kita angkat. Bahkan kita membutuhkan dua tangan agar mampu mengangkatnya. Pada saat itu pula tersimpan dalam ingatan kita bahwa tas kerja Ayah sangatlah berat, butuh dua tangan untuk mengangkatnya.

Kemudian saat kita beranjak lebih dewasa menginjak 12 tahunan, kita masih mengingat bahwa tas kerja Ayah sangatlah berat. Butuh dua tangan untuk mengangkatnya, dan kita menganggap mengangkat tas kerja Ayah adalah pekerjaan yang sulit.

Namun, betapa kagetnya kita ketika mengangkatnya dengan kedua tangan, tas itu ternyata sudah jauh lebih ringan. Kita bahkan dapat mengangkatnya dengan hanya menggunakan satu jari saja. Hingga akhirnya kita bertanya kepada Ayah kita “Yah, apakah isi tas Ayah berkurang?” “Tidak, justru isinya semakin bertambah” jawab Ayah.

Ya, bukan tasnya yang menjadi ringan, namun kita yang semakin tumbuh besar dan kuat. Sehingga permasalahannya bukan ada pada tas, namun pada diri kita sendiri. Ketika masih kecil, kita terlalu lemah untuk mengangkatnya, namun setelah tumbuh besar, kita mampu mengangkatnya dengan mudah.

Hal tersebut berlaku pula pada kehidupan sehari-hari yang bersangkutan dengan beban psikis. Misalnya, saat sekolah ada mata pelajaran yang terkesan berat. Padahal bukan pelajarannya yang berat, kitalah yang belum mampu untuk memahaminya. Begitu pula pada kehidupan pekerjaan sehari-hari. Misalnya terdapat beberapa tipe orang yang kita anggap sulit untuk dihadapi, maka kemampuan sosial dan etos kerja kita yang harus dikembangkan.

Banyak orang yang menyalahkan permasalahan sebagai sesuatu yang sulit. Mempermasalahkan medan pekerjaan yang berat, atasan yang keras, klien yang muluk-muluk, atau permasalahan internal kantor. Padahal semua hal tersebut bukanlah alasan yang boleh dipermasalahkan. Kemampuan atau tenaga kitalah yang belum cukup kuat.

Oleh karena itu, daripada menyalahkan masalah, lebih baik kita fokus pada pengembangan diri.  Tingkatkan kemampuan dan tenaga kita agar mampu menyelesaikan setiap masalah dengan lebih baik. Jika kita telah menjadi lebih kompeten dan kuat, maka masalah seberat apa pun akan menjadi lebih ringan.

Jika Anda ingin masalah dalam hidup lebih ringan, maka jangan salahkan masalahnya, fokuslah pada diri sendiri, bangun kemampuan Anda, bangun kompetensi Anda, sehingga masalah terbesar dalam hidup menjadi lebih kecil.

Referensi

Don’t Blame The Bag, oleh James Gwee.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *